Tuhan
Diusia 17 tahun ini aku ga butuh kado dari kalian, aku ga
butuh pesta untuk merayakan, aku ga butuh ucapan selamat ulang tahun, ga butuh
ucapan pertama dari orang yg ku sayang, aku ga butuh itu.
Diusiaku yang ke 17 ini aku Cuma butuh kasih sayang, perhatian,
kebaikan dari orang yang aku inginkan bukan kebencian, kesedihan, kemarahan
yang selalu datang mengiringiku yang selalu memojokanku. Rasa sakit dan sedih
yang kadang datang tiba tiba yang membuatku terdiam menangis. Andai saja semua
orang seperti yang aku inginkan. Kenapa aku harus jadi aku? Kenapa tuhan tidak
menciptakanku seperti orang lain? Orang lain yang selalu bahagia dengan
kehidupannya, bahagia dengan keluarganya. Bahagia dengan orang yang dia cintai,
bahagia dengan orang yang mencintainya. Dengan orang tua yang selalu harmonis,
dengan mamah yang selalu ada buat dia, yang jadi tempat ceritanya, yang jadi
temen bahkan sahabatnya. Punya kaka yang baik sama dia yang bisa jadi tempat
curhatnya dia, bisa membantunya disaat dia kesulitan, disaat dia butuh kritik
dan saran dari seorang dan disaat dia butuh teman untuk menemaninya. Bukan
mamah yang selalu memarahiku, mamah yang ga pernah mengerti keadaanku, mamah
yang ga pernah tau bagaimana perasaanku, mamah yang ga pernah jadi temen
ceritaku, mamah yang jadi penasihat
halus ku, mana mamah yang itu? Aku butuh mamah yang bisa mengerti diriku
seutuhnya! Mana kakak yang selalu mengasihi? Bukan hanya kemarahan yang dia
tuangkan kepadaku. Apa aku harus sakit biar mereka memperhatikan ku? Tapi
mungkin mereka punya maksud lain dibalik itu semua, walaupun mereka seperti itu
tapi aku sangat menyayanginya, mamah yang udah mengandung dan melahirkanku
dengan taruhan nyawa. kakak yang nyebelin, pelit tapi bagaimanapun dia kakak
aku, adik yang kadang ngeselin tapi lucu yg kadang menghiburku kalo aku lagi
kesepian. Terima kasih mamah, kakak, adik. Terima kasih pah, bapa yang selalu
membelaku disaat aku dimarahi mamah, bapa yang selalu memberiku yang terbaik.
Semoga di 17 ini aku masih bisa berhubungan dengan kekasihku, kekasih yang
selalu ada disaat aku butuh temen, dia yang selalu mendengarkan cerita disaat
aku sedih karna mamah, di saat aku bĂȘte dengan kaka ku, disaat aku kecewa
dengan sifat papahku, di saat aku kesal dengan teman teman ku tapi dia selalu
ada menemaniku mendengarkan setiap keluh kesahku. Makasih sayang kamu sudah mau
mengerti aku, aku sayang kamu tian. Dan sahabat yang selalu menghiasi keceriaan
dihari hariku, yang selalu menjadi sahabat terbaikku, lisa, danti, illa, diyu,
mutia, puput, tiwi, fenny, fathin. Terima kasih sudah menjadi sahabatku semoga
kalian bisa terus menjadi sahabat terbaikku yang selalu membuat kenangan indah
dan tawa disetiap harinya. Nemenin aku kalo lagi bĂȘte, temenin aku jalan jalan.
Makasih ya semua aku pasti aku selalu mengenang semua perjalanan kita. Terima
kasih semua J
aku sayang kalian.
Di 17 ini aku ingin menjadi orang yang sepenuhnya menghargai
hidupnya sendiri, dewasa dalam semua hal, berharga bagi orang lain khususnya
yang mengenal diriku, bisa lebih bahagia, lebih sabar. Dan menjalani hidupnya
dengan penuh suka cita.
Tuhan, mungkin aku bukan orang yang selalu bersyukur atas
semua karunia yang engkau berikan padaku tapi aku hanya ingin bahagia menjalani
sisa hidupku selayaknya orang diluar sana. Tuhan, aku ingin seperti mereka dan
tak ada air mata lagi. Tuhan aku percaya engkau telah mengatur kehidupanku
dengan baik dan sempurna. Terima kasih tuhan I love you.